Tampilkan postingan dengan label Burung Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Indonesia. Tampilkan semua postingan

Puyuh

Diposting oleh bla bla bla xcult


Puyuh adalah nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru (famili Odontophoridae) dan puyuh kancing (famili Turnicidae) tidak berkerabat dekat namun nama mereka memiliki perilaku dan karakteristik fisik yang mirip.

Burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan mampu terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh jepang diternakkan terutama karena telurnya.
Keluarga burung puyuh termasuk jenis burung yang sering dimakan. Burung puyuh sering dimasak ala Prancis. Daging burung puyuh juga biasa ditemukan pada masakan Malta, Portugis, dan India. Burung puyuh umumnya dimakan bersama dengan tulangnya karena mudah dikunyah dan karena ukurannya yang kecil sangat menyulitkan untuk mengeliminasi tulang dari dagingnya.
Telur burung puyuh juga merupakan makanan yang lezat. Seringkali mereka dimakan mentah bersama sushi dan umum ditemukan pada menu makan siang Jepang. Di Kolombia, telur burung puyuh rebus digunakan untuk pelengkap hot dog dan hamburger. Di Filipina, telur burung puyuh yang direbus dan dicelup dengan saus lalu digoreng dengan banyak minyak adalah jajanan lokal yang populer.
( ini telur burung puyuh )
Telur burung puyuh dipercaya memiliki kolesterol yang tinggi, namun penelitian menunjukkan bahwa kandungan kolesterol yang terdapat pada telur burung puyuh adalah sama dengan telur ayam.
More aboutPuyuh

Anis Kembang ( Zoothera interpres )

Diposting oleh bla bla bla xcult



Sebagai kicauan di rumah pula, dibandingkan dengan murai batu (Copychus malabaricus) misalnya, anis kembang jarang sekali memperdengarkan suara-suara ngeban (berulang yang membosankan). Dengan demikian, secara umum anis kembang sebagai burung kicauan rumahan mempunyai banyak keunggulan dibanding burung lainnya.
Sementara untuk perawatan harian, anis kembang tidak terlalu manja.Anis kembang atau punglor kembang (Zoothera interpres) pernah mencapai puncak kejayaan jauh melambung di atas semua burung kicauan.
Begitu mulai ngeplong-ngeplong atau ngeriwik kasar mendekati ngerol, harganya sudah di atas Rp. 5 juta. Sedangkan yang sudah mau bunyi di arena lomba, di atas Rp. 10 juta. Suatu rekor harga burung yang belum pernah dicapai burung lainnya.
Sebagai burung kicauan untuk hobi, burung ini tetap memiliki beberapa kelebihan dibanding burung lain.
Ketimbang anis merah (Zoothera citrina) misalnya, anis kembang secara umum lebih gampang bunyi, lebih tahan stres, suaranya lebih merdu, dan kalau sama-sama “jadi”, anis kembang nyaris tidak pernah berhenti bunyi selama tidak dikerodong atau diletakkan di tempat gelap.
Tipe suara anis kembang yang ngerol, cenderung mendominasi suara ocehan burung lainnya jika kita gantang di dalam rumah bersama-sama. Dibanding burung lain, anis kembang yang bisa memiliki lagu variatif (tergantung pola pemasterannya) ini, memiliki warna suara yang merdu. Meski bisa sangat keras, tetapi tidak memekakkan telinga. Beda dengan warna suara burung-burung kicauan lainnya.
Anis kembang tersebar di daerah Nusa Tenggara, Sunda Besar, Malaysia dan Filipina. Jumlahnya di alam pada daerah-daerah tersebut sudah menyusut. Menurut catatan BirdLife Indonesia, anis kembang masih mudah dijumpai di daerah Flores dan Kalimantan.
Di Indonesia, ada 12 jenis anis yang dapat ditemui di alam. Angka tadi sudah termasuk anis kembang ini. Di wilayah Nusa Tenggara, perburuan anis kembang sudah dimulai dari awal 1995. Saat Pulau Sumbawa telah kehabisan ”stok”, para pemburu itu melebarkan sayap ke Flores.
Anis kembang hidup pada hutan primer, hutan sekunder yang tinggi dan hutan yang rusak dan lahan yang pohonnya banyak, juga petak-petak hutan yang terisolasi. Burung ini ditemukan pada ketinggian, 200-1300 m (Lombok), 200-1000 m (Sumbawa). Sedang di Flores dijumpai pada dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1000 m. Selain itu, BirdLife Indonesia juga mencatat sebaran burung ini di Sumba dan Timor. Pastinya, anis kembang merupakan burung yang sebaran berbiaknya terbatas hanya di Nusa Tenggara saja.
More aboutAnis Kembang ( Zoothera interpres )

Sikep Madu Asia ( Pernis ptilorhynchus)

Diposting oleh bla bla bla xcult


Berukuran sedang 50 cm, Warna sangat bervariasi dalam bentuk, terang, normal, dari dua ras yang berbeda. Masing-masing ,meniru elang yang berbeda dalam pola warna bulu. Terdapat garis-garis pada ekor yang tidak teratur. Semua bentuk memiliki tenggorokan berbercak pucat kontras, dibatasi oleh garis tebal hitam, sering dengan garis hitam mesial.
Ciri khas ketika terbang kepala relatif kecil menyempit, leher agak panjang, sayap panjang menyempit, ekor berpola. Pada saat soaring ekor cenderung mengembang.Iris berwarna jingga, paruh berwarna abu-abu, bulu berbentuk sisik(terlihat dalam jarak dekat).
Makanannya berupa ulat, kepompong dan anakan tawon dan lebah. Lalat kerbau merupakan makanan yang disukainya.Memakan lebah, dan madu. Juga memakan  lebah, tempayak, madu, sampai materi sarang lebah. Juga memakan buah-buahan yang lunak, dan reptilia.
 
Telur mencapai 1-2 butir. Masa pengeraman adalah 28-35 hari. Telurnya berwarna kuning tua atau putih dengan bercak berwarna merah-coklat.Sikep madu akan masuk musim kawin umumnya pada bulan Juni sampai pertengahan September sepulang mereka dari migrasi yaitu dari Asia Tenggara termasuk indonesia yang kemungkinan menjadi tujuan akhir.

Penyebarannya terletak di India, dan Asia tenggara sampai Sunda Besar
More aboutSikep Madu Asia ( Pernis ptilorhynchus)

Kowak Malam Abu

Diposting oleh bla bla bla xcult


Kowak-malam Abu atau Kowak-malam Kelabu adalah sejenis burung cangak malam dari keluarga Ardeidae. Dinamai kowak karena burung ini kerap mengeluarkan suara serak dan keras wak.. ... kwak..! berulang-ulang sambil terbang di malam hari. Burung ini juga disebut sebagai Kowak Maling di kalangan nelayan karena kegemarannya mencuri ikan di tambak.

Nama ilmiahnya Nycticorax nycticorax (L.), yang berarti 'gagak malam', karena suara seraknya mirip dengan panggilan gagak (Gr.: nyctus malam, coraxgagak). Sementara dalam bahasa Inggris burung ini disebut Black-crowned Night-heron.

Burung cangak yang berukuran sedang, kowak-malam abu dewasa mencapai ukuran 64 cm dan berat 800 g. Berkepala besar dan bertubuh kekar.
Burung dewasa memiliki mahkota yang berwarna hitam kebiruan, leher dan dada berwarna putih, punggung dan mantel hitam berkilau kehijauan atau kebiruan, serta sayap dan ekor berwarna abu-abu. Pada musim kawin sampai bertelur, burung ini mempunyai dua bulu putih hiasan yang memanjang dari belakang kepalanya hingga mencapai mantelnya. Burung muda mempunyai bulu coklat kusam dengan bintik-bintik putih yang mencolok, sangat mirip dengan anak burung kowak-malam merah (Nycticorax caledonicus).
Paruh agak panjang dan runcing, berwarna hitam. Iris mata merah (kuning pada hewan muda). Kaki kuning, yang berubah menjadi kemerahan bila musim berbiak.
Sesuai namanya, kowak-malam abu bersifat nokturnal, aktif berburu mangsanya di malam hari. Pada siang hari burung ini beristirahat, bertengger sambil merumuk dalam kelompok, di dahan-dahan atau di sela dedaunan pohon yang rimbun. Biasanya tidak jauh dari air.
Petang hari burung-burung itu mulai beterbangan di sekitar tempatnya beristirahat, dan di waktu magrib berkelompok-kelompok terbang meninggalkan peristirahatannya menuju tempatnya masing-masing untuk mencari makanan. Kelompok burung itu terbang dalam gelap sambil mengeluarkan bunyi-bunyi panggilannya yang khas, yang terdengar sampai jauh. Pagi-pagi buta kelompok itu akan kembali, juga sambil berbunyi-bunyi saling memanggil.
Kowak-malam abu memangsa ikan, kodok, serangga air, ular kecil, bahkan juga tikus kecil dan cerurut. Burung ini memburu mangsanya di sekitar sungai dan aliran air, tambak, rawa, persawahan dan padang rumput.
Berbiak dalam koloni yang ramai, biasanya kowak membuat sarangnya di pohon-pohon di atas air. Sarangnya dianyam dari ranting-ranting kecil di bawah tajuk pohon yang rimbun dan tersembunyi. Kowak-malam abu bertelur 2-4 butir, biru kehijauan pucat. Tercatat berbiak di Jawa Timur antara Desember sampai April, dan di Jawa Barat pada Februari sampai Juli.
Burung ini menyebar luas hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, kowak-malam abu dijumpai terutama di Indonesia barat (Sumatra, Borneo, Jawa, Bali),
More aboutKowak Malam Abu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...